Install Dan Konfigurasi Samba

Install Dan Konfigurasi Samba di Ubuntu Server 12


samba
Samba adalah protokol jaringan untuk sharing file yang bisa digunakan antara Windows – Linux maupun sesama Linux. Sebelumnya saya sudah menulis tutorial Samba untuk versi Ubuntu Desktop, tutorial kali ini untuk Ubuntu Server dengan instalasi dan konfigurasi via terminal.
Install Samba

1
$ sudo apt-get install samba

Samba Share Full Akses dan Tanpa Login
Membuat Folder Share

1
2
$ sudo mkdir /home/share_full
$ sudo chmod 777 /home/share_full

Konfigurasi Samba
Edit file konfigurasi Samba smb.conf

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
$ sudo nano /etc/samba/smb.conf
#nama workgroup
workgroup = WORKGROUP
#"security = share" client bisa mengakses Samba tanpa username dan password
security = share
#Tambahkan pada baris paling bawah
[Share_Full]
 path = /home/share_full
 writeable = yes
 guest ok = yes
 guest only = yes
 create mode = 0777
 directory mode = 0777
 share modes = yes

Restart service smbd dan nmbd

1
$ sudo service smbd restart

Mengakses Samba
Melihat daftar folder yang dishare pada IP 10.10.10.1

1
2
3
4
5
6
7
8
9
$ smbclient -L //10.10.10.1
Enter musa's password:
Domain=[WORKGROUP] OS=[Unix] Server=[Samba 3.6.3]
    Sharename       Type      Comment
    ---------       ----      -------
    print$          Disk      Printer Drivers
    Share_Full      Disk     
    IPC$            IPC       IPC Service (ubuntu-server server (Samba, Ubuntu))            

Mount Share_Full pada IP 10.10.10.1 ke folder /mnt tanpa username dan password

1
$ sudo mount -t cifs //10.10.10.1/Share_Full /mnt -o username=,password=

Melepas mount atau unmount

1
$ sudo umount /mnt

DNS Server di LINUX

Konsep & Cara Kerja DNS

DNS (Domain Name System) adalah suatu system yang mengubah nama host (seperti linux.or.id) menjadi alamat IP (seperti 64.29.24.175) atas semua komputer yang terhubung langsung ke Internet. DNS juga dapat mengubah alamat IP menjadi nama host.

DNS bekerja secara hirarki dan berbentuk seperti pohon (tree). Bagian atas adalah Top Level Domain (TLD) seperti COM, ORG, EDU, MIL dsb. Seperti pohon DNS mempunyai cabang-cabang yang dicari dari pangkal sampai ke ujung. Pada waktu kita mencari alamat misalnya linux.or.id pertama-tama DNS bertanya pada TLD server tentang DNS Server yang melayani domain .id misalnya dijawab ns1.id, setelah itu dia bertanya pada ns1.id tentang DNS Server yang bertanggung jawab atas .or.id misalnya ns.or.id kemudian dia bertanya pada ns.or.id tentang linux.or.id dan dijawab 64.29.24.175

Sedangkan untuk mengubah IP menjadi nama host melibatkan domain in-addr.arpa. Seperti domain lainnya domain in-addr.arpa pun bercabang-cabang. Yang penting diingat adalah alamat IP-nya ditulis dalam urutan terbalik di bawah in-addr.arpa. Misalnya untuk alamat IP 64.29.24.275 prosesnya seperti contoh linux.or.id: cari server untuk arpa, cari server untuk in-addr.arpa, cari server untuk 64.in-addr.arpa, cari server 29.64.in-addr.arpa, cari server untuk 24.29.64.in-addr.arpa. Dan cari informasi untuk 275.24.29.64.in-addr.arpa. Pembalikan urutan angkanya memang bisa membingungkan.


DNS Server di Linux

DNS Server di linux biasanya dijalankan oleh program yang bernama named. Program ini merupakan bagian dari paket bind yang dikoordinasikan oleh Paul Vixie dari The Internet Software Consortium. Biasanya program ini terletak di /usr/sbin/named dan dijalankan pada waktu booting dari /etc/rc.d/init.d/named start. Agar named dijalankan pada setiap booting masukkan named ke daftar server yang harus distart dengan menggunakan ntsysv.


File Konfigurasi

File konfigurasi untuk named adalah /etc/named.conf yang seperti biasa adalah text file. Format file ini seperti format program C atau Pascal yakni tiap perintah diakhiri dengan ‘;’ dan blok perintah di kurung dengan ‘{’ dan ‘}’. Ada beberapa blok yang sering digunakan yaitu:

options
untuk mengatur konfigurasi server secara global dan menentukan default

zone
untuk mengatur konfigurasi zona DNS


Caching Only DNS Server

Caching Only DNS Server akan mencari jawaban dari pertanyaan DNS dan mengingat jawabannya ketika anda bertanya lagi. Ini akan mempersingkat waktu tunggu pada pertanyaan DNS berikutnya terutama jika anda menggunakan koneksi yang lambat seperti modem.


Konfigurasi

File konfigurasi Caching Only DNS sudah disediakan oleh RedHat dalam paket caching-nameserver anda tinggal menginstal paketnya dan mengedit file /etc/named.conf dan menambahkan baris berikut pada blok options:

        forward first;
        forwarders {
          202.158.3.6;
          202.158.3.7;
        };

Kedua alamat IP diatas adalah alamat IP untuk DNS Server ISP saya yaitu CBN jika ISP anda berbeda anda harus menggantinya.


Membuat Domain Sendiri

Pada bagian ini kita akan membuat domain untuk jaringan lokal (LAN) misalnya intra.aki. Ada baiknya menggunakan domain yang benar-benar tidak ada di Internet sehingga kita tidak mengganggu domain siapa pun. Perlu diingat bahwa tidak semua karakter diperbolehkan untuk menjadi nama host yang dibolehkan hanya A-Z, a-z, 0-9 dan karakter ‘-‘. Selain itu nama host itu tidak bergantung pada huruf besar atau huruf kecil, jadi linux.intra.aki dan LINUX.Intra.AKI adalah sama. Kita masih mengedit file yang berasal dari paket caching-nameserver.


Tambahan di /etc/named.conf

Pertama kita mengedit file /etc/named.conf untuk menambahkan baris berikut:

zone "intra.aki" {
        type master; 
        notify no;
        file "intra.aki";
}

Yang berarti bahwa kita membuat zona domain intra.aki dimana kita adalah penguasa domain tersebut (type master) tetapi kita tidak ingin domain ini tersebar ke internet (notify no) dan informasi tentang anggota domainnya itu sendiri disimpan di file intra.aki di direktori yang ditentukan oleh keyword direktory dari blok options yang berisi /var/named


File Zona intra.aki

Kemudian kita membuat file zona intra.aki yang berisi informasi tentang anggota domain

; Zone file for intra.aki
@               IN      SOA     ns.intra.aki.   root.intra.aki. (
                        2000091401 ; serial
                        8H ; refresh
                        3H ; retry
                        1W ; expire
                        1D ; default_ttl
                        )
                        NS      ns
                        A       192.168.1.100
                        MX      10 linux.intra.aki.
                        MX      20 other.extra.aki.
localhost               A       127.0.0.1
linux                   A       192.168.1.100
ns                      A       192.168.1.100
ftp                     CNAME   linux
pop                     CNAME   linux
www                     CNAME   linux.intra.aki
cctv                    A       192.168.1.3

Perhatikan tanda ‘.’ pada akhir dari nama domain di file ini. File zona ini mengandung 9 Resource Record (RR): satu SOA RR, satu NS RR, tiga CNAME RR dan empat AA RR. SOA merupakan singkatan dari Start Of Authority. Karakter “@” berarti nama domain dari zona yaitu intra.aki jadi baris kedua diatas berarti

intra.aki.    IN     SOA ....

NS adalah Name Server RR. Tidak ada “@” pada awal baris karena baris diatasnya dimulai dengan ‘@’. Menghemat waktu mengetiknya. Jadi baris NS bisa juga di tulis

intra.aki.    IN     NS     ns

Ini memberitahu DNS host mana yang menjadi name server bagi domain intra.aki yakni ns.intra.aki. ‘ns’ adalah nama yang biasa dipakai untuk name server, tetapi seperti web server yang biasa dinamakan http://www.anu namanya bisa diubah menjadi apapun.

Baris SOA adalah pembuka bagi semua file zona dan harus ada satu dalam setiap file zona. Baris tersebut menjelaskan zona, darimana dia datang (host bernama ns.intra.aki), siapa yang bertanggung jawab atas isinya (root@intra.aki), versi zona file (serial: 2000091401) dan parameter lainnya yang berhubungan dengan caching dan secondary DNS Server. Perlu diperhatikan bahwa ns.intra.aki haruslah nama host dengan A RR. Tidak diperbolehkan membuat CNAME RR untuk nama yang disebutkan di SOA.

RR A mendefinisikan alamat IP dari suatu nama host sedangkan CNAME mendefinisikan nama alias dari suatu host yang harus merujuk ke RR lainnya.

Ada satu lagi tipe RR pada file ini yaitu MX atau Mail eXchanger. RR ini berfungsi untuk memberitahukan sistem mail kemana harus mengirim e-mail yang di alamatkan ke seseorang@intra.aki dalam hal ini linux.intra.aki atau other.extra.aki. Angka sebelum nama host adalah prioritas MX. RR dengan angka terendah (10) adalah host yang harus dikirimkan email pertama kali. Jika tidak berhasil maka e-mail bisa dikirim ke host lain dengan angka yang lebih besar misalnya other.extra.aki yang mempunyai prioritas 20.


Zona Reverse

Zona Reverse diperlukan untuk mengubah dari alamat IP menjadi nama. Nama ini digunakan oleh berbagai macam server (FTP, IRC, WWW dsb) untuk menentukan apakah anda diperbolehkan mengakses layanan tersebut atau sejauh mana prioritas yang diberikan kepada anda. Untuk mendapatkan akses yang penuh pada semua layanan di Internet diperlukan zona reverse.


Tambahan di /etc/named.conf

Tambahkan baris berikut di /etc/named.conf

zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
        notify no;
        type master;
        file "192.168.1";
}

Seperti sebelumnya artinya kita membuat zona domain 1.168.192.in-addr.arpa yang tidak disebar ke internet dan disimpan di file /var/named/192.168.1


File zona 192.168.1

Sekarang kita membuat file zona 192.168.1 untuk domain 1.168.192.in-addr.arpa seperti berikut:

; Zone file for reverse zone 1.168.192.in-addr.arpa (192.168.1.x)
@               IN      SOA     ns.intra.aki.   root.intra.aki. (
                        2000072801 ; serial
                        28800 ; refresh
                        7200 ; retry
                        604800 ; expire
                        86400 ; default_ttl
                        )
@               IN      NS      ns.intra.aki.
100             IN      PTR     linux.intra.aki.
3               IN      PTR     cctv.intra.aki.

Ada RR baru disini yakni PTR yang berfungsi untuk memetakan IP ke nama host


Security

Jika anda memasang DNS server pada komputer yang berfungsi sebagai gateway antara jaringan internal anda dengan jaringan Internet serta DNS Server anda tidak melayani request dari luar (caching only DNS atau DNS untuk jaringan lokal saja) maka anda bisa membuat named untuk melayani hanya jaringan lokal saja dengan menambah baris berikut di dalam blok options:

listen-on { 127.0.0.1; 192.168.1.100; };

Sehingga named hanya membuka port pada interface loopback (127.0.0.1) dan eth0 (192.168.1.100).


Sumber Lebih Lanjut

Untuk informasi yang lebih lengkap anda dapat membaca:

  • man named.conf
  • man named
  • NET3-4 HOWTO
  • NET-3 HOWTO
  • DNS HOWTO

Setting Firewall di LINUX

Setting firewall/iptables sederhana di linux

Fungsi dari iptables a/ untuk buka tutup port sesuai keinginan kita, salah satu contoh sederhananya spt berikut ini:

*filter

# Allows all loopback traffic and drop all traffic to 127/8 that doesn’t use lo
-A INPUT -i lo -j ACCEPT
-A INPUT ! -i lo -d 127.0.0.0/8 -j REJECT

# Accepts all established inbound connections
-A INPUT -m state –state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT

# Allows all outbound traffic
-A OUTPUT -j ACCEPT

#SSH
-A INPUT -p tcp -m tcp –dport 22 -j ACCEPT
#HTTP
-A INPUT -p tcp -m tcp –dport 80 -j ACCEPT
#HTTPS
-A INPUT -p tcp -m tcp –dport 443 -j ACCEPT
#SMTP
-A INPUT -p tcp -m tcp –dport 25 -j ACCEPT
#IMAP
-A INPUT -p tcp -m tcp –dport 143 -j ACCEPT
#POP3
-A INPUT -p tcp -m tcp –dport 110 -j ACCEPT
#PING
-A INPUT -p icmp -m icmp –icmp-type 8 -j ACCEPT
#oidentd
-A INPUT -p tcp -m tcp –dport 113 -j ACCEPT

# Log
-I INPUT 5 -m limit –limit 5/min -j LOG –log-prefix “iptables denied: ” –log-level 7

# Reject all other inbound – default deny unless explicitly allowed policy
-A INPUT -j REJECT
-A FORWARD -j REJECT

COMMIT

Langkah² utk seting iptables :
1. Buat file iptables, misalnya
nano /etc/iptables.conf
2. Kemudian copas contoh iptables diatas kedalamnya
3. Simpan file dan keluar
4. Restart iptablesnya
iptables-restore /etc/iptables.conf

Angka2 di file tersebut adalah port yg terbuka, sisanya ditutup, jika ingin buka port misalnya 12345 maka tambahkan baris :
-A INPUT -p tcp -m tcp --dport 12345 -j ACCEPT
sebelum baris -A INPUT -j REJECT

Semoga bermanfaat

Setting IP Address di LINUX

Ok langsung ajah ya gan, pada umumnya sih setting ip address di Linux
hampir sama, perbedaanya hanya sedikit, biasanya letak filenya saja yang berbeda.

Edit file interfaces

# sudo nano /etc/network/interfaces

Konfigurasi di dalamnya adalah :

auto lo     ## mengaktifkan loopback
iface lo inet loopback
auto eth0    ## mengaktifkan ethernet 0
iface eth0 inet static  ## konfigurasi ip static
address 192.168.1.254
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1 ##Ipaddress gateway internetnya.(bisa dilihat di modem yg dipakainya)

Lalu simpan file tersebut dengan menekan ctrl + x, lalu pilh Y untuk Yes
Setelah itu jangan lupa untuk setting DNS nya.

# sudo nano /etc/resolv.conf

Konfigurasi di dalamnya adalah :

nameserver 222.124.204.34  ##DNS dari providernya.kebetulan saya memakai speedy

Lalu simpan file tersebut dengan menekan ctrl + x, lalu pilh Y untuk Yes

Terakhir restart network.

# sudo /etc/init.d/networking restart

Yupz selesai deh..untuk test silahkan ping ke http://www.google.co.id

# sudo ping www.google.co.id

Bila muncul pesan seperti ini maka konfigurasi ip anda sukses..

64 bytes from nx-in-f106.1e100.net (209.85.175.106): icmp_seq=6 ttl=54 time=152 ms
64 bytes from nx-in-f106.1e100.net (209.85.175.106): icmp_seq=7 ttl=54 time=151 ms
64 bytes from nx-in-f106.1e100.net (209.85.175.106): icmp_seq=8 ttl=54 time=152 ms

Ok, selanjutnya saya akan coba share konfigurasi router nya

Setting PC Router di LINUX

hread From Muhammad Hasan Mustofatopologirouter Ubuntu 9.10 (Karmic) : Setting Router

Sebelum Setting Router di Linux Ubuntu 9.10 (Karmic) : Setting Router Ubuntu 9.10,

persiapkan minimal 2 lancard di server.

Kita persiapkan prerequisitenya.

1. Konfigurasi Hosts

# sudo nano /etc/hosts

konfigurasi didalamnya :

127.0.0.1       it.dimas.com localhost   ##bisa disesuaikan
127.0.1.1       it.dimas.com             ##bisa disesuaikan
# The following lines are desirable for IPv6 capable hosts
::1     localhost ip6-localhost ip6-loopback
fe00::0 ip6-localnet
ff00::0 ip6-mcastprefix
ff02::1 ip6-allnodes
ff02::2 ip6-allrouters
ff02::3 ip6-allhosts

2. Konfigurasi sysctl.conf

fungsinya adalah untuk mengaktifkan IP Forwarding pada server

# sudo nano /etc/sysctl.conf

konfigurasi didalamnya :

net.ipv4.ip_forward=1
## Bila didepan nya ada tanda "#" hapus tanda tersebut dan pastikan bernilai 1

Lalu simpan file tersebut dengan menekan ctrl + x, lalu pilh Y untuk Yes

Lalu pada shell ketikan perintah berikut :

# sudo sysctl -p

3. Konfigurasi Hostname

it.dimas.com   ## Sesuaikan dengan HOSTS

4. Konfigurasi IP Address

# sudo nano /etc/network/interfaces

konfigurasi didalamnya :

auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0   ## ethernet yang terhubung dengan internet luar
iface eth0 inet static
address 192.168.1.254
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1
auto eth1  ## ethernet yang terhubung dengan jaringan Local / LAN
address 10.0.0.1
broadcast 10.0.0.255
network 10.0.0.0
netmask 255.255.255.0

Lalu simpan file tersebut dengan menekan ctrl + x, lalu pilh Y untuk Yes
Setelah itu jangan lupa untuk setting DNS nya.

# sudo nano /etc/resolv.conf

Konfigurasi di dalamnya adalah :

nameserver 222.124.204.34  ##DNS dari providernya.kebetulan saya memakai speedy

konfigurasi IP Address bisa dilihat di tutorial sebelumnya.

Lalu simpan file tersebut dengan menekan ctrl + x, lalu pilh Y untuk Yes

Terakhir restart network.

# sudo /etc/init.d/networking restart

OK, sekarang ke setting IPTABBLES nya

Ketikkan perintah berikut di shell.

iptables -F
iptables -X
iptables -t nat -F
iptables -t nat -X
iptables -t mangle -F
iptables -t mangle -X
##Meneruskan Paket paket
iptables -I FORWARD -j ACCEPT
##SNAT (Static Network Address Translation)
iptables -t nat -I POSTROUTING -o eth0 -s 10.0.0.0/8 -j SNAT --to-source 192.168.1.254

Lalu simpan file tersebut dengan menekan ctrl + x, lalu pilh Y untuk Yes

Agar perintah tersebut tidak hilang ketika di restart komputer, simpan pertintah tersebut di

/etc/rc.local
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai